Download | eFilling  | eContact  |  Webmail

Balai Pembinaan Jasa Konstruksi Dinas Bina Marga & Tata Ruang Provinsi Banten

Bali – Membangun infrastruktur di Indonesia tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah sendiri, melainkan perlu kerjasama dengan pihak swasta. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Yusid Toyib pada Forum Regional Perubahan Paradigma Investasi Infrastruktur Wilayah Timur di Bali, Selasa (29/11).

Menurut Yusid, paradigma dalam pembangunan infrastruktur selama ini masih sangat terbatas kepada penggunaan APBN/APBD, karena menggunakan APBN/APBD prosesnya dianggap lebih mudah dan lebih cepat dari Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Paradigma tersebut perlu dilakukan transformasi, untuk fokus kepada suatu paradigma yang paling mendasar, yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa harus memiliki atau mengelola sendiri aset infrastruktur.

Jakarta - Indonesia memiliki kurang lebih 7 juta tenaga konstruksi, namun saat ini baru 7,2% yang bersertifikat. Dirjen Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Yusid Toyib mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono seusai membuka kegiatan Lomba dan Saresehan Pekerja Kontruksi 2016, di Balai Material dan Peralatan Konstruksi di Jakarta, Senin (7/11), mengatakan sertifikasi tenaga kerja konstruksi bertujuan untuk melindungi tenaga kerja nasional agar memiliki nilai tambah dan siap menghadapi perdagangan bebas masyarakat ekonomi ASEAN 2015 dan Asia Pasifik 2020 serta melindungi badan usaha jasa konstruksi agar memiliki tenaga kerja yang kompeten.

Pasar konstruksi Indonesia sendiri sangat menjanjikan. Tahun 2014, Indonesia menjadi pasar jasa konstruksi terbesar di ASEAN dengan nilai US$ 267 miliar atau kurang lebih Rp 3.471 triliun.


JAKARTA, KOMPAS.com - Infrastruktur transportasi sangat memengaruhi dua hal, yakni pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.

Namun, untuk keberhasilan pembangunan infrastruktur transportasi, perlu dukungan semua pihak.

Menurut pengamat transportasi dari Universitas Gadjah Mada Danang Parikesit, dukungan ini juga perlu dibarengi oleh komitmen dari pihak-pihak terkait.

"Kita menyayangkan sekali seperti kereta api Sulawesi, karena ngga ada uang jadi tidak dibangun. Padahal itu bisa mengurangi biaya dan membantu logistik," ujar Danang kepada Kompas.com, usai Indonesia Economic Forum di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (15/11/2016).

Hal terpenting kedua setelah komitmen, kata Danang, adalah koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Saat ini, mekanisme koordinasi antar-keduanya dinilai belum efektif. Hal tersebut tercermin pada proyek Light Rail Transit atau LRT.

Buletin Jakon Banten

Download versi Elektronik


Jasa konstruksi mempunyai peranan strategis dalam pembangunan daerah dan nasional. Untuk itu, Pemprov Banten selalu mendorong agar proses pekerjaan jasa konstruksi yang ada di Banten berjalan lancar dan sukses sesuai yang ditargetkan. Pada era Masyarakat Ekonomi Asean saat ini, pelaku jasa konstruksi harus bisa bersaing. Pasar dunia konstruksi semakin terbuka dengan bergulirnya Asean Free Trade Area (AFTA) dan pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada tahun 2016. Kompetitor tidak hanya datang dari lingkup nasional tetapi juga dari kawasan Asean. Masuknya perusahaan luar daerah, perusahaan asing beserta tenaga kerjanya menjadi tantangan bagi usaha konstruksi lokal. Hal ini menuntut asosiasi untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalitas anggotanya, yang didukung dengan sertifikat keahlian dan ketrampilan konstruksi. Hal tersebut menjadi keunggulan kompetitif, dan akan diperoleh hasil pekerjaan yang berkualitas dan manfaat yang optimal. Kami pun tidak tinggal diam. Program-program pembinaan terus dilakukan untuk membekali para pelaku jasa konstruksi di Banten. Kami pun berharap, program pembinaan jasa konstruksi ini setiap tahun berjalan secara berkesinambungan. Sektor jasa kontruksi berkembang maka akan berdampak kepada pertumbuhan sektor ekonomi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banten.